Selamat datang di Artikel koe..semoga menambah inspirasi anda :D
A. UANG, SEJARAH, DAN JENISNYA

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.

Sejarah Uang
Pada jaman dahulu, jual beli dilakukan dengan sistem barter. Barter adalah perdagangan yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang, setelah barter orang mulai menggunakan alat pembayaran yang disepakati.
Sebelum menggunakan uang, orang menggunakan barang yang tertentu sebagai alat pembayaran, misalnya kulit kerang, mutiara, batu permata, tembaga, emas, perak , manik-manik, dan gigi binatang.
Pada zaman modern uang digunakan sebagai alat pembayaran. dengan menggunakan uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya.

Jenis uang
Jenis uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral.
Uang kartal
terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai.
Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
• Tahan lama dan tidak mudah rusak (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

Uang kertas
adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
• Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
• Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
• Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
• Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
• Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
• Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
Terjadinya uang giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
• Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku giro bilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit.
• Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit
• Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.
Simpanan uang di bank dapat berbentuk giro[rekening koran] yang boleh diambil sewaktu-waktu.
Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan menggunakan cek,giro bilyet,dan pemindahan telegrafis[telegraphic transfer].
Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
• Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
• Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro)
• Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.

B. BANK SENTRAL DAN UMUM
BANK SENTRAL
Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.
Bank sentral yang ada di Indonesia adalah BANK INDONESIA
BANK UMUM
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran

C.KEBIJAKAN MONETER YANG DILAKUKAN PEMERINTAH
pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia.
yang pertama adalah kebijakan fiskal. kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
kebijakan fiskal mempunyai berbagai bentuk. salah satu bentuk kebijakan fiskal yang sedang marak adalah BLT. banyak orang melihat BLT hanya bantuan kepada orang yang kurang mampu. sebenarnya di balik itu ada tujuan khusus dari pemerintah. BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, daya beli masyarakat juga meningkat. dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang pada akhirnya akan memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.
contoh lain dari kebijakan fiskal adalah proyek-proyek yang diadakan oleh pemerintah. katakanlah pemerintah mengadakan proyek membangun jalan raya. dalam proyek ini pemerintah membutuhkan buruh dan pekerja lain untuk menyelesaikannya. dengan kata lain proyek ini menyerap SDM sebagai tenaga kerja. hal ini membuat pendapatan orang yang bekerja di situ bertambah. dengan bertambahnya pendapatan mereka akan terjadi efek yang sama dengan BLT tadi.
satu lagi kebijakan yang dimiliki pemerintah Indonesia adalah kebijakan sektoral. kebijakan ini menitikberatkan pada satu dari sembilan sektor perekonomian di Indonesia. misalnya, di sektor pertanian pemerintah memberikan subsidi pupuk. subsidi ini diberikan agar harga pupuk murah. dengan demikian pupuk akan terdorong untuk dipakai. contoh lainnya adalah kebijakan di sektor industri. di sektor ini pemerintah membuat kebijakan kawasan ekonomi khusus. kawasan ekonomi khusus adalah kawasan yang khusus digunakan untuk pendirian industri. misalnya, kawasan industri Cilacap. kawasan ini mempunyai hak khusus, misalnya di Batam impor bahan mentah tidak terkena pajak, sehingga hal ini akan mendorong produksi di sana.

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis-jenis_uang
http://syadiashare.com/pengertian-uang-dan-jenis-jenis-uang.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_sentral
http://putracenter.net/2009/09/23/definisi-fungsi-dan-peranan-bank-umum-dalam-perekonomian/
http://penxpower.wordpress.com/2009/02/20/berbagai-kebijakan-pemerintah-dalam-perekonomian-indonesia/





Makalah teori organisasi umum (softskill)


NAMA KELOMPOK :
FAUZIAH KHOIRUN NISA 12110658
GYKA KASTANYA 13110065
RATIH HANIZAR 15110657
SELVI CHRISNAWATI 16110436
KELAS : 2KA 25
DOSEN : MARTANI

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Banyak sekali orang-orang yang menganggur di Negara kita, bukan karena mereka tidak biasa bekerja melainkan karena pendidikan dan pengetahuan yang kurang. Seharusnya pada usia 15 tahun adalah usia kerja, malah banyak yang tidak bekerja (menganggur). Untuk itu kami menulis makalah ini agar mengetahui penyebab dan masalah-masalah yang terjadi yang mengakibatkan banyak terjadi pengangguran di Negara kita. Apa saja factor penyebab pengangguran, dampak pengangguran, dan contoh-contoh permasalahan pengangguran.

PENGERTIAN PENGANGGURAN

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

DASAR UTAMA KLASIFIKASI PENGANGGURAN

Dasar utama klasifikasi pengangguran dibagi 2 yaitu :
1. Pendekatan angkatan kerja (labour force approach)

Pendekatan ini mendefinisikan pengangguran sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja, perhitungan tingkat pengangguran dalam table 19.8 menggunakan definisi ini.
2. Pendekatan pemanfaatan tenaga kerja (labour utilization approach)
Dalam pendekatan ini, angkatan kerja dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu :
a. Menganggur (unemployed), yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kelompok ini sering disebut juga pengangguran terbuka (open unemployed). Berdasarkan definisi ini, tinfkat pengangguran di Indonesia umumnya relative rendah, yaitu 3%-5% pertahun.
b. Setengah menganggur (underemployed), yaitu mereka yang bekerja,tetapi beluim dimanfaatkan secara penuh. Artinya jam kerja mereka dalam seminggu kurang dari 35 jam. Berdasarkan definisi ini tingkat pengangguran di Indonesia relative tinggi, karena angkanya berkisar 35% pertahun.
c. Bekerja penuh (employed), yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu.


JENIS-JENIS PENGANGGURAN

Dalam studi ekonomi makro yang lebih lanjut, pembahasan masalah pengangguran akan dilakukan lebih spesifik dan cermat. Misalnya, akan dibahas apakah pengangguran yang terjadi merupakan pengangguran sukarela atau pengangguran dukalara. Pengangguran sukarela yaitu bersifat sementara, karena seeseorang ingin mencari pekerjaan yang lebih baik atau lebih cocok dan penganggurn dukalara yaitu pengangguran yang terpaksa diterima seseorang walaupun sebenarnya dia masih ingin bekerja, kedua pengangguran tersebut erat kaitannya dengan jenis-jenis pengangguran berikut ini :
1. Pengangguran friksional
Apabila dalam periode tertentu perekonomian terus-menerus mengalami perkembangan yang pesat, jumlah dan tingkat pengangguran akan menjadi semakin rendah. Pada akhirnya perekonomian dapat mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh, yaitu apabila pengangguran normal atau pengganguran mencari.Pengangguran jenis ini bersifat sementara dan terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja. Kesenjangan ini dapat berupa kesenjangan waktu,informasi dll.
Pengangguran friksional bukanlah wujud sebagai akibat dari ketidakmampuan memperoleh pekerjaan, melainkan sebagai akibat dari yang lebih baik itu adalakalanya mereka harus menganggur namun hanya bersifat sementara.

2. Pengangguran structural
Dikatakan pengangguran structural karena sifatnya yang mendasar.Pencari kerja mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang tersedia. Hal ini terjadi dalam produksi dana atau teknologi produksi yang digunakan, menuntut persyaratan tenaga kerja yang juga makin tinggi, misalnya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk industry kimia menuntut persyaratan yang relative berat yaitu pendidikan minimal sarjana muda (D3), mampu menggunakan computer dan menguasai bahasa inggris dengan makin besarnya peranan mekanisme pasar yang semakin mengglobal maka toleransi terhadap kekurang persyaratan tidak ada lagi, jika tetap terjadi kekurangan dapat diatasi dengan mendatangkan tenaga kerja asing.
Dilihat dari sifatnya pengangguran structural lebih sulit diatasi dibandingkan dengan pengangguran friksional karena membutuhkan pendanaan yang besar dan waktu yang lama.
1. Pengangguran siklis
Pengangguran siklis yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan dalam tingkat perekonomian, pada waktu kegiatan ekonomimengalami kemunduran, perusahan-perusahan harus mengurangi kegiatan memproduksi. Dalam pelaksanaanya berarti jam kerja dikurangi, sebagian mesin tidak digunakan dan sebagian tenaga kerja diberhentikan dengan demikian kemunduran ekonomi akan menaikan jumlah dan tingkat pengangguran.
Tenaga kerja akan terus bertambah sebagai akibat pertambahan penduduk. Apabila kemunduran ekonomi terus berlangsung sehingga tidak akan menjadi bertambah serius. Berarti diperlukan kebijakan-kebijakan ekonomi guna meningkatkan kegiatan ekonomi dan harus diusahakan pasar tenaga kerja.
2. Pengangguran musiman
Pengangguran ini berkaitan erat dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi disektor pertanian. Misalnya diluar musim tanam dan panen, petani umumnya menganggur sampai menunggu musim tanam dan panen berikutnya

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Pada usia berapa manusia harus bekerja dan tidak bekerja?
2. Apa dampak pengaruhnya biaya social dari pengangguran?
3. Masalah pengangguran di Indonesia

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Mengetahui arti dari pengangguran
2. Mengetahui usia pekerja dan non pekerja
3. Mengetahui macam-macam klasifikasi pengangguran
4. Mengetahui jenis- jenis pengangguran
5. Mengetahui semua dampak biaya social dari pengangguran
6. Mengaetahui masalah pengangguran di sekitar



Pada diagram diatas terlihat bahawa jumlah penduduk suatu Negara dapat dibedakan menjadi penduduk usia kerja (15-64 tshun) dan bukan usia kerja adalah anak-anak dan manusia lanjut usia. Dari jumlah penduduk usia kerja, yang masuk angkatan kerja adalah mereka yang mencari kerja atau bekerja. Lebih lanjut lagi terlihat, tidak semua angkatan kerja memperoleh lapangan kerja, mereka inilah disebut pengangguran. Table dibawah ini akan memberikan data-data komposisi penduduk Indonesia



2.2 BIAYA SOCIAL DARI PENGANGGURAN

sama halnya dengan inflasi, pengangguran juga akan menimbulkan dampak negative jika sifat pengangguran sudah sangat structural dan kronis.
1. Terganggunya stabilitas perekonomian
Pengangguran strukutral akan menggangu stabilitas perekonomian dilihat dari sisi permintaan dan penawaran agregat.
a. Melemahnya permintaaan agregat
Untuk dapat bertahan hidup manusia harus berkerja sebab dengan bekerja dia akan memperoleh penghasilan yang digunakan untuk belanja barang dan jasa, jika tingkat pengangguran tinggi dan bersifat structural maka daya beli akan menurun yang pada gilirannya menimbulkan penurunan permintaan agrerat.
b. Melemahnya penawaran agregat
Tingginya tingkat pengangguranakan menurunkan penawaran agregat, bila dilihat dari peranan tenaga kerja yang digunakan, makin sedikit tenaga kerja yang digunakan makin kecil penawaran agrerat. Dampak pengangguran terhadap penawaran agrerat makin terasa dalam jangka panjang. Makin lama seseorang menganggur, keterampilan,produktivitas maupun etika kerjanya akan mengalami penurunan.
Mungkin argument diatas dpaat dibantah dengan mengatakan bahwa dalam perkonomian modern, tenaga kerja dapat digantikan dengan barang modal. Bahkan penggunaan barang modal yang makin intensif akan meningkatkan efisiensi, diukur dari biaya produksi per unit yang makin rendah. Dengan harga jual yang makin rendah, tentu permintaan akan meningkat.
Melemahnya permintaan dan penawaran agregat jelas akan mengancam stabilitas perekonomian. Hal ini telah berkali-kali terbukti dalam sejarah perkeonomian dunia.Miaslanya depresi besar (1929-1933), oleh para ekonomi diakui disebabkan oleh melemahnya permintaan agregat. Krisis ekonomi asia timur(1998), termasuk yang dialami Indonesia, meurut bank dunia (1999) maupun IMF (1998) dapat dijelaskan dalam konteks iteraksi melemahnya permintaan dan penawaran agregat.
1. Terganggunya stabilitas social politik
Saat ini pengangguran bukan hanya masalah ekonomi, melainkan juga masalah social politik.Sebab dampak social dari pengangguran sudah jauh lebih besar dari masa-masa sebelumnya. Pengangguran yang tinggi akan meningkatkan kriminalitas,baik berupa kejahatan pencurian,perampokan,penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun kegiatan ekonomi illegal lainnya. Biaya ekonomi akan dikeluarkan untuk mengatasi masalah-masalah soial ini sangat besar dan susah diukur tingkat efisiensi dan efektifitasnya.
2.3 CONTOH MASALAH PENGANGGURAN
Jumlah pengangguran teruss bertambah dari sekitar 4,5 juta orang atau 5% pada 1997 (menjelang krisis ekonomi), menjadi sekitar 6,5 juta orang atau 7% pada 2000, dan 9,5 juta orang atau 9,5% pada 2003. Demikian juga jumlah setengah pengangguran meningkat dari 29 juta orang pada 1997 menjadi sekitar 31 juta orang pada 2000-2003.
Indicator makro ekonomi dalam tiga tahun terakhir ini memang berangsur-angsur baik dalam bentuk laju inflasi dan tingkat bunga yang relative rendah. Namun, indicator makro tersebut belum mampu mendongkrak sector rill,kesempatan kerja di sector formal justru berkurang dari sekitar 31,5 juta dalam tahun2000 menjadi hanya sekitar 27,5 juta dalam tahun 2003. Artinya, dalam tiga tahun sekitar 4 juta pekerja tergusur dari sector formal.Sebagian dari pekerja tergusur tersebut membanjiri sector informasi yang tidak produktif dan sebagian lagi menambah barisan penganggur.Demikian juga angkatan kerja baru sangat minim terserap disektor formal. Setelah tidak tahan menganggur terlalu lama, s ebagian mengambil kesempatan kerja apa saja yang tersedia disektotr informal.
Penyebab utama masalah berat tersebut adalah pengambilan kebijakan sejak pemerintahan orde baru hingga sekarang ini yang terlalu percaya pada trickle sown effect. Mereka beranggapan, dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, masalah pengangguran dan kemiskinan akan otomatis teratasi, tetapi mereka tidak menyadari struktur perekomian yang dominan sector informal, hambatan-hambatan birokrasi dan kekakuan pasar. Misalnya, walaupun tingkat bunga pada skala makro dibawah 10%, namun hampir tidak ada bank perkreditan rakyat (BPR) yang mengenakan bunga pinjaman dibawah 25%.Demikian juga para keluarga petani dan keluarga miskin, tetap sangat sulit memperoleh kredit karena mereka pada umumnya tidak paham memberikan agunan dan mengisi formulir perjanjian meminjam uang.
Dengan demikian pemerintah baru terutama selama 100 hari pertama kja cabinet, perlu memprioritaskan penanggulangan pengangguran dan setengah pengangguran yaitu antara lain :
1. Mengembangkan usaha mandiri dan usaha kecil, termasuk usaha-usaha keluarga dan kerajinan rakyat. Usaha-usaha menengah dan besar sudah dapat dipersilakan memanfaatkan kemudahan indicator makro yang sudah relative baik.
2. Untuk mendorong pengembangan usaha mandiri, usaha kecil dan usaha keluarga perlu menyalurkan dana melalui bank seperti BPR dengan tingkat bunga dibawah 15% per tahun.
3. Untuk membantu usaha keluarga miskin, perlu menyediakan dana pinjaman dengan tingkat bunga cukup menutupi biaya administrasi bank, misalnya 7% yang dapat diperoleh tanpa agunan.
4. Bantuan kepada keluarga miskin seperti beras untuk si miskin sedapat mungkin diganti menjadi penciptaan kesempatan kerja.
5. Sejumlah dana bergulir disediakaan dan disalurkan untuk usaha-usaha keluarga disektor informal sehingga dapat menambah penghasilan mereka.
6. Mulai tahun kedua,dikembangkan program latihan kwirausahaan terutama bagi para lulusan SLTP dan SLTA yang tidak melanjutkan sekolahm sehingga mampu bekerja mandiri.


PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali
Dasar utama klasifikasi pengangguran
1. pendekatan angkatan kerja (labour force approach)
2. pendekatan pemanfaatan tenaga kerja (labour utilization approach)
dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:
a. menganggur (unemployed) yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan
b. setengah menganggur (underemployed) yaitu mereka yang bekerja tetapi belum dimanfaatkan secara penuh
c. bekerja penuh (employed), yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu
jenis-jenis pengangguran
1. pengangguran friksional yaitu peengangguran namun hanya bersifat sementara saja
2. pengangguran structural yaitu pengangguran karena adanya persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang tersedia. misalnya harus mempunyai keahlian khusus
3. pengangguran siklis yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan dalam tingkat perekonomian. misalnya perusahan harus mengurangi kegiatan memproduksi, berarti jam kerja dikurangi, sebagian mesin tidak digunakan sehingga tenaga kerja diberhentikan
4. pengangguran musiman yaitu pengangguran yang berkaitan erat dengan ekonomi jangka pendek. misalnya petani yang menganggur menunggu musim tanam dan panen berikutnya

3.2 SARAN
Saran kami adalah seharusnya pemerintah harus memikirkan tingkat pengangguran dan perekonomian yang ada di Indonesia. Memikirkan bagaimana menyelesaikan tingkat pengangguran dan mencari solusinya. Sebenarnya menurut pandangan kami Indonesia sangatlah kaya akan sumber dayanya, akan tetapi semua itu dimanfaatkan oleh manusia yang serakah, yang mementingkan diri sendiri yang memperkaya dirinya sehingga manusia yang berada di bawah menjadi korban, sehingga banyak sekali yang miskin. Sehingga banyak manusia yang tidak bekerja yaitu satu tidak mempunyai uang. Yaitu sebagai contoh kasus, manusia yang tidak mempunyai uang pasti tidak akan bisa sekolah, karena anda tau sendiri sekolah sekarang biaya mahal. Sehingga pengetahuan yang dimiliki berkurang, sehingga dia tidak mempunyai keterampilan atau keahlian dan pendidikan yang seharusnya dia terima. Sehingga perusahaan tidak akan mungkin menerima (pengangguran structural). Untuk itu pemerintah sangat diperlukan sekali untuk membantu rakyat miskin. Yaitu beri pendidikan gratis yang layak pada umumnya, membuka lapangan pekerjaan. Pekerjaan apa saja asalkan semuanya adalah halal. Sehingga tingkat pengangguran berkurang, dan penderitaan rakyat miskin sedikit terobati.

DAFTAR PUSTAKA

1. Prahatma Rahardja dan Mandala Manurung,”Pengantar Ilmu Ekonomi”
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
3. Artikel diambil dari prof Dr payaman J simanjuntak, “pemerintahan baru isu-ketenagakerjaan yang mendesak”, media Indonesia online. 20 oktober 2004











A. Arti dan Konsep Pendapatan
konsep pendapatan menurut Akuntansi merupakan kegiatan jasa yang berfungsi menyediakan informasi keuangan suatu badan usaha tertentu. Informasi ini disajikan dalam laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan, laporan perubahan posisi keuangan serta catatan atas laporan keuangan. sedangkan menurut Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Konsep pendapatan ada 2 konsep tentang pendapatan yaitu sebagai berikut:

1.Konsep Pendapatan yang memusatkan pada arus masuk (inflow) aktiva sebagai hasil dari kegiatan operasi perusahaan. Pendekatan ini menganggap pendapatan sebagai inflow of net asset.
2.Konsep Pendapatan yang memusatkan perhatian kepada penciptaan barang dan jasa serta penyaluran konsumen atau produsen lainnya, jadi pendekatan ini menganggap pendapatan sebagai outflow of good and services Konsep dasar pendapatan yang diungkapkan oleh Patton dan Littleton dinamakan sebagai produk perusahaan yang menekankan bahwa pendapatanmerupakan arus yaitu penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan

B. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan pendapatan, pendekatan produksi dan pendekatan pengeluaran.

1. Pendekatan Pendapatan Diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah (wage), sewa (rent), bunga (interest), dan laba (profit)) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan. Y = w + r + i + p
2. Pendekatan Produksi Pendekatan Produksi adalah dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi). Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
3. Pendekatan pengeluaran Pendekatan Pengeluaran yaitu dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M) Y = C + G + I + (X – M)

C. Masalah dan keterbatasan dalam perhitungan PDB (Produk Domestik Bruto) Semua negara di dunia menghitung PDB untuk kinerja perekonomiannya. Walaupun begitu, data PDB perlu dilihat secara hati-hati karena ada beberapa hal yang tidak dapat diakomodasikan sehingga tidak dapat menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan suatu negara.

1. Masalah PDB Permasalahan PDB terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias jika kita salah menggunakan perhitungan PDB.
2. Keterbatasan Perhitungan PDB PDB tidak memasukan memasukan transaksi yang terjadi pada “underground economy” (perekonomian bawah tanah). Perekonomian seperti sektor informal atau sektor illegal seperti penjualan narkoba, dan sektor lain yang sulit tercatat oleh negara tidak masuk dalam perhitungan PDB . Ini menyebabkan nilai PDB cenderung dapat undervalued (lebih rendah) dari yang seharusnya. PDB tidak selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu negara PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu. Untuk mengukur kemakmuran suatu negara , PDB merupakan indikator yang cukup baik. Akan tetapi, kesejahteraan suatu negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi. Beberapa indikator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran, tingkat kematian ibu dan bayi , angka harapan hidup, tingkat buta huruf, dan lain-lain perlu diperhatikan juga. PDB tidak mencerminkan pemerataan pendapatan. Nilai PDB suatu negara tidak dapat menunjukan apakah pendapatan nasional tersebut terbagi secara merata diantara penduduknya atau tidak . Bebarapa negara mengalami ketimpangan ekonomi yang besar dengan sebagian kecil penduduk menikmati sebagian besar PDB. Beberapa indikator lain perlu digunakan untuk melengkapi data PDB yang menunjukan ketimpangan yang terjadi, salah satunya adalah Koefisien Gini.

SUMBER : library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-rustam2 http://www.scribd.com/doc/11319903/Teori-Pendapatan http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional http://dc315.4shared.com/doc/17qJTQdK/preview.html