Selamat datang di Artikel koe..semoga menambah inspirasi anda :D
Makalah teori organisasi umum (softskill)


NAMA KELOMPOK :
FAUZIAH KHOIRUN NISA 12110658
GYKA KASTANYA 13110065
RATIH HANIZAR 15110657
SELVI CHRISNAWATI 16110436
KELAS : 2KA 25
DOSEN : MARTANI

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Banyak sekali orang-orang yang menganggur di Negara kita, bukan karena mereka tidak biasa bekerja melainkan karena pendidikan dan pengetahuan yang kurang. Seharusnya pada usia 15 tahun adalah usia kerja, malah banyak yang tidak bekerja (menganggur). Untuk itu kami menulis makalah ini agar mengetahui penyebab dan masalah-masalah yang terjadi yang mengakibatkan banyak terjadi pengangguran di Negara kita. Apa saja factor penyebab pengangguran, dampak pengangguran, dan contoh-contoh permasalahan pengangguran.

PENGERTIAN PENGANGGURAN

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

DASAR UTAMA KLASIFIKASI PENGANGGURAN

Dasar utama klasifikasi pengangguran dibagi 2 yaitu :
1. Pendekatan angkatan kerja (labour force approach)

Pendekatan ini mendefinisikan pengangguran sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja, perhitungan tingkat pengangguran dalam table 19.8 menggunakan definisi ini.
2. Pendekatan pemanfaatan tenaga kerja (labour utilization approach)
Dalam pendekatan ini, angkatan kerja dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu :
a. Menganggur (unemployed), yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kelompok ini sering disebut juga pengangguran terbuka (open unemployed). Berdasarkan definisi ini, tinfkat pengangguran di Indonesia umumnya relative rendah, yaitu 3%-5% pertahun.
b. Setengah menganggur (underemployed), yaitu mereka yang bekerja,tetapi beluim dimanfaatkan secara penuh. Artinya jam kerja mereka dalam seminggu kurang dari 35 jam. Berdasarkan definisi ini tingkat pengangguran di Indonesia relative tinggi, karena angkanya berkisar 35% pertahun.
c. Bekerja penuh (employed), yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu.


JENIS-JENIS PENGANGGURAN

Dalam studi ekonomi makro yang lebih lanjut, pembahasan masalah pengangguran akan dilakukan lebih spesifik dan cermat. Misalnya, akan dibahas apakah pengangguran yang terjadi merupakan pengangguran sukarela atau pengangguran dukalara. Pengangguran sukarela yaitu bersifat sementara, karena seeseorang ingin mencari pekerjaan yang lebih baik atau lebih cocok dan penganggurn dukalara yaitu pengangguran yang terpaksa diterima seseorang walaupun sebenarnya dia masih ingin bekerja, kedua pengangguran tersebut erat kaitannya dengan jenis-jenis pengangguran berikut ini :
1. Pengangguran friksional
Apabila dalam periode tertentu perekonomian terus-menerus mengalami perkembangan yang pesat, jumlah dan tingkat pengangguran akan menjadi semakin rendah. Pada akhirnya perekonomian dapat mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh, yaitu apabila pengangguran normal atau pengganguran mencari.Pengangguran jenis ini bersifat sementara dan terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja. Kesenjangan ini dapat berupa kesenjangan waktu,informasi dll.
Pengangguran friksional bukanlah wujud sebagai akibat dari ketidakmampuan memperoleh pekerjaan, melainkan sebagai akibat dari yang lebih baik itu adalakalanya mereka harus menganggur namun hanya bersifat sementara.

2. Pengangguran structural
Dikatakan pengangguran structural karena sifatnya yang mendasar.Pencari kerja mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang tersedia. Hal ini terjadi dalam produksi dana atau teknologi produksi yang digunakan, menuntut persyaratan tenaga kerja yang juga makin tinggi, misalnya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk industry kimia menuntut persyaratan yang relative berat yaitu pendidikan minimal sarjana muda (D3), mampu menggunakan computer dan menguasai bahasa inggris dengan makin besarnya peranan mekanisme pasar yang semakin mengglobal maka toleransi terhadap kekurang persyaratan tidak ada lagi, jika tetap terjadi kekurangan dapat diatasi dengan mendatangkan tenaga kerja asing.
Dilihat dari sifatnya pengangguran structural lebih sulit diatasi dibandingkan dengan pengangguran friksional karena membutuhkan pendanaan yang besar dan waktu yang lama.
1. Pengangguran siklis
Pengangguran siklis yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan dalam tingkat perekonomian, pada waktu kegiatan ekonomimengalami kemunduran, perusahan-perusahan harus mengurangi kegiatan memproduksi. Dalam pelaksanaanya berarti jam kerja dikurangi, sebagian mesin tidak digunakan dan sebagian tenaga kerja diberhentikan dengan demikian kemunduran ekonomi akan menaikan jumlah dan tingkat pengangguran.
Tenaga kerja akan terus bertambah sebagai akibat pertambahan penduduk. Apabila kemunduran ekonomi terus berlangsung sehingga tidak akan menjadi bertambah serius. Berarti diperlukan kebijakan-kebijakan ekonomi guna meningkatkan kegiatan ekonomi dan harus diusahakan pasar tenaga kerja.
2. Pengangguran musiman
Pengangguran ini berkaitan erat dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi disektor pertanian. Misalnya diluar musim tanam dan panen, petani umumnya menganggur sampai menunggu musim tanam dan panen berikutnya

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Pada usia berapa manusia harus bekerja dan tidak bekerja?
2. Apa dampak pengaruhnya biaya social dari pengangguran?
3. Masalah pengangguran di Indonesia

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Mengetahui arti dari pengangguran
2. Mengetahui usia pekerja dan non pekerja
3. Mengetahui macam-macam klasifikasi pengangguran
4. Mengetahui jenis- jenis pengangguran
5. Mengetahui semua dampak biaya social dari pengangguran
6. Mengaetahui masalah pengangguran di sekitar



Pada diagram diatas terlihat bahawa jumlah penduduk suatu Negara dapat dibedakan menjadi penduduk usia kerja (15-64 tshun) dan bukan usia kerja adalah anak-anak dan manusia lanjut usia. Dari jumlah penduduk usia kerja, yang masuk angkatan kerja adalah mereka yang mencari kerja atau bekerja. Lebih lanjut lagi terlihat, tidak semua angkatan kerja memperoleh lapangan kerja, mereka inilah disebut pengangguran. Table dibawah ini akan memberikan data-data komposisi penduduk Indonesia



2.2 BIAYA SOCIAL DARI PENGANGGURAN

sama halnya dengan inflasi, pengangguran juga akan menimbulkan dampak negative jika sifat pengangguran sudah sangat structural dan kronis.
1. Terganggunya stabilitas perekonomian
Pengangguran strukutral akan menggangu stabilitas perekonomian dilihat dari sisi permintaan dan penawaran agregat.
a. Melemahnya permintaaan agregat
Untuk dapat bertahan hidup manusia harus berkerja sebab dengan bekerja dia akan memperoleh penghasilan yang digunakan untuk belanja barang dan jasa, jika tingkat pengangguran tinggi dan bersifat structural maka daya beli akan menurun yang pada gilirannya menimbulkan penurunan permintaan agrerat.
b. Melemahnya penawaran agregat
Tingginya tingkat pengangguranakan menurunkan penawaran agregat, bila dilihat dari peranan tenaga kerja yang digunakan, makin sedikit tenaga kerja yang digunakan makin kecil penawaran agrerat. Dampak pengangguran terhadap penawaran agrerat makin terasa dalam jangka panjang. Makin lama seseorang menganggur, keterampilan,produktivitas maupun etika kerjanya akan mengalami penurunan.
Mungkin argument diatas dpaat dibantah dengan mengatakan bahwa dalam perkonomian modern, tenaga kerja dapat digantikan dengan barang modal. Bahkan penggunaan barang modal yang makin intensif akan meningkatkan efisiensi, diukur dari biaya produksi per unit yang makin rendah. Dengan harga jual yang makin rendah, tentu permintaan akan meningkat.
Melemahnya permintaan dan penawaran agregat jelas akan mengancam stabilitas perekonomian. Hal ini telah berkali-kali terbukti dalam sejarah perkeonomian dunia.Miaslanya depresi besar (1929-1933), oleh para ekonomi diakui disebabkan oleh melemahnya permintaan agregat. Krisis ekonomi asia timur(1998), termasuk yang dialami Indonesia, meurut bank dunia (1999) maupun IMF (1998) dapat dijelaskan dalam konteks iteraksi melemahnya permintaan dan penawaran agregat.
1. Terganggunya stabilitas social politik
Saat ini pengangguran bukan hanya masalah ekonomi, melainkan juga masalah social politik.Sebab dampak social dari pengangguran sudah jauh lebih besar dari masa-masa sebelumnya. Pengangguran yang tinggi akan meningkatkan kriminalitas,baik berupa kejahatan pencurian,perampokan,penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun kegiatan ekonomi illegal lainnya. Biaya ekonomi akan dikeluarkan untuk mengatasi masalah-masalah soial ini sangat besar dan susah diukur tingkat efisiensi dan efektifitasnya.
2.3 CONTOH MASALAH PENGANGGURAN
Jumlah pengangguran teruss bertambah dari sekitar 4,5 juta orang atau 5% pada 1997 (menjelang krisis ekonomi), menjadi sekitar 6,5 juta orang atau 7% pada 2000, dan 9,5 juta orang atau 9,5% pada 2003. Demikian juga jumlah setengah pengangguran meningkat dari 29 juta orang pada 1997 menjadi sekitar 31 juta orang pada 2000-2003.
Indicator makro ekonomi dalam tiga tahun terakhir ini memang berangsur-angsur baik dalam bentuk laju inflasi dan tingkat bunga yang relative rendah. Namun, indicator makro tersebut belum mampu mendongkrak sector rill,kesempatan kerja di sector formal justru berkurang dari sekitar 31,5 juta dalam tahun2000 menjadi hanya sekitar 27,5 juta dalam tahun 2003. Artinya, dalam tiga tahun sekitar 4 juta pekerja tergusur dari sector formal.Sebagian dari pekerja tergusur tersebut membanjiri sector informasi yang tidak produktif dan sebagian lagi menambah barisan penganggur.Demikian juga angkatan kerja baru sangat minim terserap disektor formal. Setelah tidak tahan menganggur terlalu lama, s ebagian mengambil kesempatan kerja apa saja yang tersedia disektotr informal.
Penyebab utama masalah berat tersebut adalah pengambilan kebijakan sejak pemerintahan orde baru hingga sekarang ini yang terlalu percaya pada trickle sown effect. Mereka beranggapan, dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, masalah pengangguran dan kemiskinan akan otomatis teratasi, tetapi mereka tidak menyadari struktur perekomian yang dominan sector informal, hambatan-hambatan birokrasi dan kekakuan pasar. Misalnya, walaupun tingkat bunga pada skala makro dibawah 10%, namun hampir tidak ada bank perkreditan rakyat (BPR) yang mengenakan bunga pinjaman dibawah 25%.Demikian juga para keluarga petani dan keluarga miskin, tetap sangat sulit memperoleh kredit karena mereka pada umumnya tidak paham memberikan agunan dan mengisi formulir perjanjian meminjam uang.
Dengan demikian pemerintah baru terutama selama 100 hari pertama kja cabinet, perlu memprioritaskan penanggulangan pengangguran dan setengah pengangguran yaitu antara lain :
1. Mengembangkan usaha mandiri dan usaha kecil, termasuk usaha-usaha keluarga dan kerajinan rakyat. Usaha-usaha menengah dan besar sudah dapat dipersilakan memanfaatkan kemudahan indicator makro yang sudah relative baik.
2. Untuk mendorong pengembangan usaha mandiri, usaha kecil dan usaha keluarga perlu menyalurkan dana melalui bank seperti BPR dengan tingkat bunga dibawah 15% per tahun.
3. Untuk membantu usaha keluarga miskin, perlu menyediakan dana pinjaman dengan tingkat bunga cukup menutupi biaya administrasi bank, misalnya 7% yang dapat diperoleh tanpa agunan.
4. Bantuan kepada keluarga miskin seperti beras untuk si miskin sedapat mungkin diganti menjadi penciptaan kesempatan kerja.
5. Sejumlah dana bergulir disediakaan dan disalurkan untuk usaha-usaha keluarga disektor informal sehingga dapat menambah penghasilan mereka.
6. Mulai tahun kedua,dikembangkan program latihan kwirausahaan terutama bagi para lulusan SLTP dan SLTA yang tidak melanjutkan sekolahm sehingga mampu bekerja mandiri.


PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali
Dasar utama klasifikasi pengangguran
1. pendekatan angkatan kerja (labour force approach)
2. pendekatan pemanfaatan tenaga kerja (labour utilization approach)
dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:
a. menganggur (unemployed) yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan
b. setengah menganggur (underemployed) yaitu mereka yang bekerja tetapi belum dimanfaatkan secara penuh
c. bekerja penuh (employed), yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu
jenis-jenis pengangguran
1. pengangguran friksional yaitu peengangguran namun hanya bersifat sementara saja
2. pengangguran structural yaitu pengangguran karena adanya persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang tersedia. misalnya harus mempunyai keahlian khusus
3. pengangguran siklis yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan dalam tingkat perekonomian. misalnya perusahan harus mengurangi kegiatan memproduksi, berarti jam kerja dikurangi, sebagian mesin tidak digunakan sehingga tenaga kerja diberhentikan
4. pengangguran musiman yaitu pengangguran yang berkaitan erat dengan ekonomi jangka pendek. misalnya petani yang menganggur menunggu musim tanam dan panen berikutnya

3.2 SARAN
Saran kami adalah seharusnya pemerintah harus memikirkan tingkat pengangguran dan perekonomian yang ada di Indonesia. Memikirkan bagaimana menyelesaikan tingkat pengangguran dan mencari solusinya. Sebenarnya menurut pandangan kami Indonesia sangatlah kaya akan sumber dayanya, akan tetapi semua itu dimanfaatkan oleh manusia yang serakah, yang mementingkan diri sendiri yang memperkaya dirinya sehingga manusia yang berada di bawah menjadi korban, sehingga banyak sekali yang miskin. Sehingga banyak manusia yang tidak bekerja yaitu satu tidak mempunyai uang. Yaitu sebagai contoh kasus, manusia yang tidak mempunyai uang pasti tidak akan bisa sekolah, karena anda tau sendiri sekolah sekarang biaya mahal. Sehingga pengetahuan yang dimiliki berkurang, sehingga dia tidak mempunyai keterampilan atau keahlian dan pendidikan yang seharusnya dia terima. Sehingga perusahaan tidak akan mungkin menerima (pengangguran structural). Untuk itu pemerintah sangat diperlukan sekali untuk membantu rakyat miskin. Yaitu beri pendidikan gratis yang layak pada umumnya, membuka lapangan pekerjaan. Pekerjaan apa saja asalkan semuanya adalah halal. Sehingga tingkat pengangguran berkurang, dan penderitaan rakyat miskin sedikit terobati.

DAFTAR PUSTAKA

1. Prahatma Rahardja dan Mandala Manurung,”Pengantar Ilmu Ekonomi”
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
3. Artikel diambil dari prof Dr payaman J simanjuntak, “pemerintahan baru isu-ketenagakerjaan yang mendesak”, media Indonesia online. 20 oktober 2004











2 komentar:

uii profile mengatakan...

I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

twitter : @profiluii

iechamon mengatakan...

your welcome:)

Poskan Komentar